Tuesday, September 25, 2012

Wednesday, September 19, 2012

Curhatnya para ukhti

Assalammualaikum Wr. Wb. 




Saya sering dengar curhatan tentang sikap para wanita yang kadang membingungkan, kenapa membingungkan? karena kadang saat dia menginginkan sesuatu dan terwujud malah bilang bukan itu yang diinginkan atau bukan begini caranya. Hal ini membuktikan bahwa wanita itu memang spesial, dengan post saya sebelum ini yang menerangkan keistimewaan (itu bahasa saya menggantikan kata kelemahan) wanita. Waspadalah wahai ukhti, karena bujukan setan itu sungguh membuat kita terlihat atau membuktikan kalau kita lemat dan mudah terperdaya. Kuatkan diri kita dengan banyak dzikir, sholawat, dan membaca Al Quran atau mengahafalnya. Kurangi melakukan aktifitas yang tidak ada faedahnya, kurangi berkumpul lalu ngobrol yang tidak ada manfaatnya, dan kurangi untuk keluar rumah. 
Jangan salah mengartikan bahwa ini mengurung para wanita agar tidak bisa berkembang. Tidak ukhti sama sekali tidak. Hal ini dilakukan karena perintah Allah yang ingin melindungi kita dari tipu muslihat setan, sunggguh tipu dayanya sangat nyata. Bisikan setan seolah menjadi pembenaran dan pembelaan namun pada akhirnya kita sendiri yang dirugikan. Astagfirullahaladzim.



Beberapa waktu yang lalu saya membaca tulisan atau bisa dikatakan puisi yang berjudul "Curhatan para Ukhti" yang jika direnungkan ini benar adanya. saya rasa ini bagus untuk mendinginkan suasana hati yang sedang di panaskan dengan keinginan yang kadang kita tahu tidak ada gunanya. semoga bermanfaat.

Engkau bilang aku sombong ketika aku tidak menghiraukan godaanmu.


Engkau bilang aku sok alim ketika aku selalu tundukkan pandanganku.

Engkau bilang aku sok suci ketika aku tak menggubris pujian dan rayuanmu yang memabukkan itu.

Dan engkau bilang aku jual mahal ketika aku tak menerima ajakan untuk dijadikan pacarmu.

Padahal engkau bilang ingin mendapat isteri yang sholehah.

Lalu seperti apakah sesungguhnya kriteria wanita calon isterimu yang engkau cari?

Apakah wanita yang mudah terbuai dengan pujian serta rayuan?

Apakah wanita yang tidak suka menundukkan pandangan?

Apakah wanita yang begitu mudah untuk diajak ke tempat sepi dan hanya berduaan?

Ataukah wanita yang mudah diajak berhubungan dalam ikatan cinta yang belum dihalalkan Agama?

Memang benar Akhy,

Kadang wanita begitu mudah terbuai dengan kata-kata indah yang penuh pujian.

Kadang wanita begitu mudah merasa tak tega kepada orang yang memberi perhatian lebih.

Kadang wanita begitu mudah luluh hatinya bila dibumbui seribu kata dan janji-janji manis.

Tapi tolonglah Akhy,

Jangan engkau memanfaatkan kelemahannya.
Untuk menggoyahkan imannya yang kadang serapuh tembikar.
Untuk mendapatkan hatinya yang selembut sutera.

Maka dari itulah Akhy,

Jika masih ingin mendapatkan calon isteri wanita sholehah,
Bantulah untuk selalu ikut menjaganya.

Jangan jerumuskan kami kaum wanita kedalam jurang kemaksiatan.

Jangan iming-imingi kami dengan kebahagian-kebahagian semu yang pada akhirnya menyakitkan.

Karena apa yang engkau tanam sekarang, itu jugalah yang akan engkau petik kelak.

Dan janganlah sekali-kali engkau berharap akan memanen bunga yang indah jika yang engkau tanam hanyalah duri.

Begitu Ukhti? semoga ini bisa membantu menenangkan hati ukhti sekalian dari kegalauan atau kebingungan bagaimana harusnya bersikap. Dan semoga para akhy yang membaca juga ikut menjaga kesucian para ukhti. Allah yang Maha Mengetahui mana yang benar dan mana yang batil. Selalu mohon petunjukNya semoga kita selalu menjadi umat yang dibawah lindunganNya. amin.

Wasalammualaikum Wr. Wb.
Enggar

Sumber puisi dari Ketika Qolbu Bertasbih

Friday, September 14, 2012

Keberadaan kamu wanita yang sedikit di surga

Assalammualaikum Wr. Wb.

Kemarin saya menulis tentang model jilbab punuk unta dan menyebutkan bahwa wanita itu mudah sekali masuk surga dan paling mudah masuk neraka. Awalnya saya merasa bingung tapi setelah menemukan beberapa referensi maka akhirnya mengerti.  Allah sangat memuliakan wanita dan menjunjung tinggi agar derajat kita selalu mulia. Caranya kita harus menaati peraturan dan manjauhi laranganNya. Banyak sekali kemudahan beribadah untuk wanita jadi membantu kita untuk bisa beribadah dengan baik. 
Sayangnya masih banyak mengartikan perintah Allah untuk para ukhti dengan kesimpulan berbeda. Misalkan "belum siap untuk memakai jilbab", "jilbab model itu untuk orang tua", "itu khan pilihan saya", atau "jadi tidak ada kebebasan". 

Astagfirullah haladzim. Saya pun menyadari masih banyak pertanyaan dan pertentangan dalam hati saya, tapi saya yakin itu hanya tipu daya setan. Semoga dengan tulisan saya membuka hati dan dapat melihat petunjuk Allah SWT untuk sama sama memuliakan derajat kita sendiri. seperti dalam surat Ar Rahman yang berkali kali menyebutkan " Nikmat Tuhanmu manalagi yang kamu dustakan?" kalau baca itu saya merasa malu sendiri.








Jika membaca hadist berikut ini : "Sesungguhnya penghuni Surga yang paling sedikit adalah kaum wanita." (H.R. Muslim & Ahmad) membuat kita sebagai kaum wanita penasaran apa sih yang membuat kamu wanita jumlahnya sedikit sekali berada di surga. Menurut Imam Al-Qurthubi Rahimahullah memberikan penjelasan tentang makna Hadits tersebut yang menjadi penyebab banyaknya kaum wanita dalam Neraka adalah sebagai berikut :

1. Karena hawa nafsu yang lebih mendominasi dalam diri kaum wanita.

2. Karena kecenderungan kaum wanita pada kesenangan-kesenangan dunia.

3. Karena sering berpaling dari urusan akhirat akibat kurangnya akal pada kebanyakan kaum wanita.

4. Karena kaum wanita begitu mudah tertipu oleh kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah dan cenderung melupakan untuk beramal baik.

5. Karena kaum wanita juga banyak menjadi penyebab berpalingnya kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka.

6. Karena kaum wanita juga cepat tertipu jika diajak pada penyelewengan terhadap Agama.

7. Karena kaum wanita juga begitu susah untuk diajak pada urusan untuk akhirat.

(Lihat : Jahannam Ahwaluha Wa Ahluha & At-Tadzkirah)

Astaghfirullah haladzim, setiap manusai memang tak luput dari dosa. Tulisan ini bukan bermaksud untuk membuat takut atau mengecilkan hati kaum wanita. Tetap istiqomah dan ikhlas beribadah kalau bisa beribadah lebih baik lagi karena semua yang akan menentukan hanya Allah SWT, Yang Maha Adil, Maha Pengampun, Maha Bijaksana tidak akan ada satupun umatNya yang akan terdzolimi karena PerintahNya.

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama bahwa ini menjadi bagian dari keistimewaan sebagai seorang wanita. Mohon doa dan dukungannya agar kita selalu dalam lindungan Allah SWT, selalu dibukakan jalan dan petunjuk untuk mendapatkan ridhoNya juga termasuk golongan wanita yang ditempatkan di surgaNya. amiin

Wasalammualaikum Wr. Wb.
Enggar
 

Thursday, September 13, 2012

Jilbab Model Punuk Unta

Beberapa kali saya mendengar tentang jilbab berpunuk unta. Awalnya saya hanya berasumsi bahwa yang berpunuk unta hanya yang model jilbab yang memiliki sumpalan/ menimbulkan bulatan yang ada di belakang kepala. Pelajaran! jangan pernah bersumsi sendiri, harus cari tahu yang benar karena ini akan mengundang murka Allah jadi waspadalah. Coba kalian lihat gambar berikut ini:


Itulah yang dimaksud dengan model jilbab berpunuk unta, pasti kita masih sering lihat ya... malah ada yang lebih tinggi lagi punuk jilbabnya. Berikut sabda Nabi Muhammad SAW:

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
1. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia (maksudnya penguasa yang dzalim)
2. dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.
(HR. Muslim).

Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.
Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

Ada pula fatwa dari Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah:
Pertanyaannya seperti ini :
Apa hukum seorang wanita mengumpulkan (menggelung/sanggul) rambutnya di atas lehernya dan di belakang kepalanya yang membentuk benjolan sehingga ketika wanita itu memakai hijab, terlihat bentuk rambutnya dari belakang jilbabnya?

Jawaban :
Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya walaupun mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.
Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya.
Sumber : “Silsilatul Huda wan Nur“.

Setelah tahu tentang ini saya pun ikut koreksi diri, hanya kepada Allah lah kita minta ampun atas khilaf dosa kita. Menurut padangan saya pun sebagai muslimah jilbab itu kelihatan menambah kecantikan para ukhti, namun kita diminta untuk tidak memperlihatkan kecatikan kita selain kepada suami. Maka berjilbab yang syar'i adalah yang terbaik yaitu tidak transparan/ tipis, tidak memperlihatkan lekuk tubuh, tidak memperlihatkan/ menghentakkan kaki untuk menunjukkan aksesoris yang digunakan, dan tidak menambah ornamen/ aksesoris yang membuat kecatikan ukhti terlihat selain pada suami.

Jadi intinya adalah larangan untuk ber- tabarujj/ berhias yang sebagaimana firman Allah sebagai berikut:

“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu (bertabarruj) berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu“. (QS. Al-Ahzaab: 33).


Sulit? semua pasti diberikan kemudahan jika mau menjalaninya dengan ikhlas.Apabila telah ada ketetapan dari Allah baik berupa perintah atau pun larangan, maka seorang mukmin tidak perlu berpikir-pikir lagi atau mencari alternatif yang lain. Terima dengan sepenuh hati terhadap apa yang ditetapkan Allah tersebut dalam segala permasalahan hidup. Saya takjub bahwa perintah ini sudah dikeluarkan beribu ribu tahun yang lalu dan masih terjadi sampai saat ini. Membuat saya menarik kesimpulan bahwa Al-Quran dan Hadist itu tidak ada kadaluarsanya. Subhanallah Allahu Akbar.

Mari Ukhti kita menjadi umat yang cerdas sehingga tidak mudah di pengaruhi. Masa sih mudah dipengaruhi? nanti saya akan kutipkan lagi tulisan wanita itu mudah sekali masuk surga dan paling mudah masuk neraka. Penasaran? tetep belajar, tetep jadi muslimah yang cerdas, sehat, dan beribadaha lebih baik lagi.
Saya menunggu komentar, kritik, saran, dan boleh kok di share.

Semoga berguna. Wasalammualaikum Wr. Wb.
Enggar



Potret Suami yang Bijak dalam Keluarga

Assalamu'alaikum Wr. Wb.



Saya sering mendapatkan pertanyaan dari para istri atau wanita muslim tentang posisi istri yang masih dianggap kurang menguntungkan di bandingkan suami. Apa yang mereka dengar dan tahu hanya sebatas apa yang harus dilakukan seorang istri setelah dia menikah. Mereka kurang sekali mendapatkan informasi tentang bagaimana seharusnya seorang suami bersikap dalam pernikahan mereka. Pada intinya tidak ada yang dirugikan atau diuntungkan malah pernikahan menjadi jalan untuk menyelamatkan keduanya dan beribadah lebih baik. Tidak semuanya buruk dan ujian adalah sesuatu tantangan dalam kehidupan ini dianjurkan untuk selalu membuka Al-Quran, hadist juga tuntunan dari ustad/ ustadzah yang baik karena semua pasti ada jalan keluarnya.
Dibawah ini saya share kutipan dari "Ketika Qalbu Bertasbih" tentang potret suami yang bijak dalam keluarga. silahkan share, semoga berguna.


Seorang suami yang baik,
Ia tak hanya pandai menuntut isterinya agar menjadi seperti seorang isteri yang diinginkan,

Akan tetapi ia lebih banyak memberi contoh dan tauladan yang baik dalam kesehariannya.

Seorang suami tidak cukup sekedar meminta dengan kata-kata untuk menjadikan isterinya baik,
Akan tetapi ia lebih banyak mengajari melalui kehidupan nyata dalam kesehariannya.

Ketika ia ingin isterinya menjadi wanita yang bertakwa kepada Allah,
Maka ia mencontohkan dirinya sebagai imam yang selalu amar makruf nahi munkar.

Ketika ia ingin isterinya menjadi wanita yang penuh hormat kepadanya,
Maka ia menjadikan dirinya sebagai imam yang bisa menghargai isterinya.

Ketika ia ingin isterinya menjadi wanita yang setia,
Maka ia memposisikan sebagai imam yang tidak mudah tergoda pada wanita lainnya.

Ketika ia ingin isterinya menjadi wanita yang penuh kasih sayang,
Maka ia menjadikan dirinya sebagai suami yang penuh pengertian dan penuh perhatian kepada isterinya.

Bagaimanapun seorang makmum akan lebih banyak mengikuti apa yang dicontohkan imamnya.

Jika seorang Imam bersikap baik,
Maka seorang Makmum akan mengikuti bersikap baik pula.

Pun sebaliknya,

Jika seorang Imam tidak bisa memberi contoh yang baik dalam keluarganya,
Maka bisa jadi seorang makmun tidak akan menjadi seorang Isteri seperti yang diharapkannya.

Hanya kepada Allah saya mohon ampun dan maaf jika masih ada kesalahan dalam tulisan ini. Silahkan komentar dan kritik.

Wasalamualaikum.
Enggar

Thursday, August 16, 2012

Pohon menyerupai literatur Allah

Salah satu kebersaran Allah SWT yang patut untuk umat Islam syukuri dan mengagumi kebesaranNya.
Ada pohon di taman kantor ku yang bentuknya menyerupai literatur "Allah". Saya kagum dan bangga pohon  itu berada di halaman yang menyambut setiap orang yang datang. Subhanallah!  Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya pada kami semua di kantor ini. amin.


Berhari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah

Tidak terasa bulan Ramadhan mulai meninggalkan kita. perasaan sedih menyelimuti hati karena merasa belum maksimal memanfaatkan bulan yang penuh ampunan, berkah, dan limpahan kasih sayang dari Allah SWT. Bagaimanapun juga Alhamdulillah masih di kasih umur bisa merasakan bulan Ramdhan tahun ini. Mulai berdoa semoga amal ibadah kita bisa diterima Allah SWT dan diberi kesempatan untuk bisa bertemu bulan Ramadhan kembali tahun depan. amin.
Baru aja aku baca artikel yang bertema menyambut hari raya Iedul Fitri, saya rasa bagus jika kita melakukan perubahan untuk menjadi umat yang lebih baik. ada moto yang mengatakan bahwa "jika kita melakukan hal yang sama maka hasilnya pun akan tetap sama jadi lakukan perubahan untuk mendapatkan kemajuan"
Insya Allah, semoga kita selalu diberikan limpahan rahmat dan ampunan serta istiqomah dan lebih baik lagi ibadahnya. amin.
Berikut kutipan saya dari  Artikel www.muslimah.or.id semoga berguna.

#  #

Penulis: Ummu ‘Athiyah

Tiap tanggal 1 Syawal kita berhari raya ‘Iedul Fitri.

Wahai Saudariku, ketahuilah bahwa hari raya ini merupakan rahmat Allah yang diberikan kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebut ‘Ied karena pada hari itu Allah memberikan berbagai macam kebaikan yang kepada kita sebagai hambaNya. Diantara kebaikan itu adalah berbuka setelah adanya larangan makan dan minum selama bulan suci Ramadhan dan kebaikan berupa diperintahkannya mengeluarkan zakat fitrah.

Para ulama telah menjelaskan tentang sunah-sunah Rasulullah yang berkaitan dengan hari raya, diantaranya:

1. Mandi pada hari raya.

Sa’id bin Al Musayyib berkata: “Sunnah hari raya ‘idul Fitri ada tiga: berjalan menuju lapangan, makan sebelum keluar dan mandi.”

2. Berhias sebelum berangkat sholat ‘Iedul Fitri.

Disunahkan bagi laki-laki untuk membersihkan diri dan memakai pakaian terbaik yang dimilikinya, memakai minyak wangi dan bersiwak. Sedangkan bagi wanita tidak dianjurkan untuk berhias dengan mengenakan baju yang mewah dan menggunakan minyak wangi.

3. Makan sebelum sholat ‘Idul Fitri.

“Dari Anas Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Nabi shalaallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar rumah pada hari raya ‘Iedul fitri hingga makan beberapa kurma.” (HR. Bukhari). Menurut Ibnu Muhallab berkata bahwa hikmah makan sebelum sholat adalah agar jangan ada yang mengira bahwa harus tetap puasa hingga sholat ‘Ied.

4. Mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari sholat ‘Ied.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan Rasulullah, beliau mengambil jalan yang berbeda saat pulang dan perginya (HR. Bukhari), diantara hikmahnya adalah agar orang-orang yang lewat di jalan itu bisa memberikan salam kepada orang-orang yang tinggal disekitar jalan yang dilalui tersebut, dan memperlihatkan syi’ar islam.

5. Bertakbir.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat menunaikan sholat pada hari raya ‘ied, lalu beliau bertakbir sampai tiba tempat pelaksanaan sholat, bahkan sampai sholat akan dilaksanakan. Dalam hadits ini terkandung dalil disyari’atkannya takbir dengan suara lantang selama perjalanan menuju ke tempat pelaksanaan sholat. Tidak disyari’atkan takbir dengan suara keras yang dilakukan bersama-sama. Untuk waktu bertakbir saat Idul Fitri menurut pendapat yang paling kuat adalah setelah meninggalkan rumah pada pagi harinya.

6. Sholat ‘Ied.

Hukum sholat ‘ied adalah fardhu ‘ain, bagi setiap orang, karena Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mengerjakan sholat ‘Ied. Sholat ‘Ied menggugurkan sholat jum’at, jika ‘Ied jatuh pada hari jum’at. Sesuatu yang wajib hanya bisa digugurkan oleh kewajiban yang lain (At Ta’liqat Ar Radhiyah, syaikh Al Albani, 1/380). Nabi menyuruh manusia untuk menghadirinya hingga para wanita yang haidh pun disuruh untuk datang ke tempat sholat, tetapi disyaratkan tidak mendekati tempat sholat. Selain itu Nabi juga menyuruh wanita yang tidak punya jilbab untuk dipinjami jilbab sehingga dia bisa mendatangi tempat sholat tersebut, hal ini menunjukkan bahwa hukum sholat ‘Ied adalah fardhu ‘ain.

Waktu Sholat ‘Ied adalah setelah terbitnya matahari setinggi tombak hingga tergelincirnya matahari (waktu Dhuha). Disunahkan untuk mengakhirkan sholat ‘Iedul Fitri, agar kaum muslimin memperoleh kesempatan untuk menunaikan zakat fitrah.

Disunahkan untuk mengerjakan di tanah lapang di luar pemukiman kaum muslimin, kecuali ada udzur (misalnya hujan, angin kencang) maka boleh dikerjakan di masjid.

Dari Jabir bin Samurah berkata: “Aku sering sholat dua hari raya bersama nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa adzan dan iqamat.” (HR. Muslim) dan tidak disunahkan sholat sunah sebelum dan sesudah sholat ‘ied, hal ini sebagaimana perkataan Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sholat hari raya dua raka’at. Tidak ada sholat sebelumnya dan setelahnya (HR. Bukhari: 9890)

Untuk Khutbah sholat ‘ied, maka tidak wajib untuk mendengarkannya, dibolehkan untuk meningggalkan tanah lapang seusai sholat. Khutbah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak dibuka dengan takbir, tapi dengan hamdalah, dan juga tanpa diselingi dengan takbir-takbir. Beliau berkutbah di tempat yang agak tinggi dan tidak menggunakan mimbar. Rasulullah berkhutbah dua kali, satu untuk pria dan satu untuk wanita, ketika beliau mengira wanita tidak mendengar khutbahnya.

7. Ucapan selamat Hari Raya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya tentang mengucapkan selamat pada hari raya dan beliau menjawab: “Adapun ucapan selamat pada hari raya ‘ied, sebagaimana ucapan sebagian mereka terhadap sebagian lainnya jika bertemu setelah sholat ‘ied yaitu: Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal kami dan kalian) atau ahaalAllahu ‘alaika (Mudah-mudahan Allah memberi balasan kebaikan kepadamu) dan semisalnya.” Telah diriwayatkan dari sejumlah sahabat Nabi bahwa mereka biasa melakukan hal tersebut. Imam Ahmad dan lainnya juga membolehkan hal ini. Imam Ahmad berkata, “Saya tidak akan memulai seseorang dengan ucapan selamat ‘ied, Namun jika seseorang itu memulai maka saya akan menjawabnya.” Yang demikian itu karena menjawab salam adalah sesuatu yang wajib dan memberikan ucapan bukan termasuk sunah yang diperintahkan dan juga tidak ada larangannya. Barangsiapa yang melakukannya maka ada contohnya dan bagi yang tidak mengerjakannya juga ada contohnya (Majmu’ al-Fatawaa, 24/253). Ucapan hari raya ini diucapkan pada hari rayaIedul Fitri dan Iedul Adha.http://ustadzaris.com/
ucapan-selamat-hari-raya

8. Kemungkaran-kemungkaran yang terjadi pada hari raya.

Saat hari raya, kadang kita terlena dan tanpa kita sadari kita telah melakukan kemungkaran-kemungkaran diantaranya:

Berhias dengan mencukur jenggot (untuk laki-laki).
Berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram.
Menyerupai atau tasyabuh terhadap orang-orang kafir dalam hal pakaian dan mendengarkan musik serta berbagai kemungkaran lainnya.
Masuk rumah menemui wanita yang bukan mahrom.
Wanita bertabarruj atau memamerkan kecantikannya kepada orang lain dan wanita keluar ke pasar dan tempat-tempat lain.
Mengkhususkan ziarah kubur hanya pada hari raya ‘ied saja, serta membagi-bagikan permen, dan makanan-makanan lainnya, duduk di kuburan, bercampur baur antara laki-laki dan perempuan, melakukan sufur (wanitanya tidak berhijab), serta meratapi orang-orang yang sudah meninggal dunia.
Berlebih-lebihan dan berfoya-foya dalam hal yang tidak bermanfaat dan tidak mengandung mashlahat dan faedah.
Banyak orang yang meninggalkan sholat di masjid tanpa adanya alasan yang dibenarkan syari’at agama, dan sebagian orang hanya mencukupkan sholat ‘ied saja dan tidak pada sholat lainnya. Demi Allah ini adalah bencana yang besar.
Menghidupkan malam hari raya ‘ied, mereka beralasan dengan hadits dari Rasulullah: “Barangsiapa menghidupkan malam hari raya ‘iedul fitri dan ‘iedul adha, maka hatinya tidak akan mati di hari banyak hati yang mati.” (Hadits ini maudhu’/palsu sehingga tidak dapat dijadikan dalil).
Maroji’:

Ahkamul ‘Aidain oleh Syaikh ‘Ali Hasan bin ‘Ali al-Halabi al-Atsari.
Meneladani Rasulullah dalam Berhari Raya.
***