Tuesday, October 23, 2012

Pesan untuk para istri dan calon istri

Banyak temanku yang mengira, menimbang berfikir kalau jadi istri itu sulit sekali, akan lebih banyak suami yang dominan atau malah ngga bisa melakukan aktifitas apapun tanpa ijin dari suami. Yup betul adanya ukhti... setidaknya itulah yang aku rasain. Tapi bukan negatif yang aku rasain, aku merasa bahwa melayani semua kebutuhan suami menjadi kebutuhanku sendiri sebagai istri. Bagaikan cita cita yang akhirnya terwujud, but Yes aku merasakan hal itu ga adil awalnya kenapa? karena aku ngga punya ilmunya. begitu aku banyak belajar dari Al Quran dan ngaji aku jadi tahu seharunya lakon seorang istri seperti apa jadi mulai belajar dan menerapkannya perlahan lahan. Hasilnya? Alhamdulillah ternyata bener yang kalam Allah itu semua jadi indah dan malah menjadi kebutuhanku sendiri. Dengan melayani suami maka ini bagian dari ibadahku kepada Allah SWT dan suami adalah ladang pahalaku jadi bagaimana hasilnya tergantung aku yang merawatnya. Subhanallah, maka dari itu ukhti janagan ragu dan jangan mengeluh karena semua itu hanya untuk kebaikan kita semata. berikut kutipan dari "ketika Qolbu bertasbih" facebook:

Jika Ukhty sudah menjadi seorang isteri,
► Janganlah engkau merasa berat hati kalau hanya untuk sekedar mencuci pakaian suami.


Jika Ukhty sudah menjadi seorang isteri,
► Janganlah engkau merasa terbebani kalau hanya untuk sekedar mempersiapkan sarapan pagi untuk suami.

Jika Ukhty sudah menjadi seorang isteri,
► Janganlah engkau merasa acuh tak acuh kalau hanya sekedar menemani makan untuk suami.

Jika Ukhty sudah menjadi seorang isteri,
► Janganlah engkau merasa malas diri kalau hanya untuk sekedar memasangkan kancing baju suami.

Jika Ukhty sudah menjadi seorang isteri,
► Janganlah engkau merasa enggan kalau hanya memasangkan sepatu untuk suami.

Jika Ukhty sudah menjadi seorang isteri,
► Janganlah engkau merasa berat di lidah kalau hanya untuk sekedar mendoakan suami saat bekerja.

Jika Ukhty sudah menjadi seorang isteri,
► Janganlah engkau merasa pelit kalau hanya untuk sekedar tersenyum menyambut kepulangan suami dari kerja.

Jika Ukhty sudah menjadi seorang isteri,
► Janganlah engkau merasa rendah diri kalau hanya untuk sekedar mencium tangan suami.

Dan jika Ukhty menjadi seorang isteri,
► Janganlah engkau merasa risih kalau hanya untuk sekedar merias mempercantik diri hanya untuk suami.

Karena sesungguhnya,

Di situlah sebenarnya pahala-pahala yang sangat besar tersembunyi.

Di situlah sebenarnya ada pintu bagi Ukhty untuk menjadi seorang bidadari

Di situlah sebenarnya tersimpan salah satu bentuk pengabdian yang suci kepada suami.

Yang akan membawa Ukhty menuju Ridha Allah ke puncak nikmat yang tiada terkira yaitu Surga-Nya.

Note : Untuk Ukhty yang sudah bersuami, jangan pakai nunggu waktu lagi. Mulailah praktekkan dari sekarang ya Ukhty. :)

"ABAIKAN SAJA"

Kadang aku merasa bahwa godaan itu pasti datang setiap saat. Godaan buat belanja, bohong, melirik, atau bahkan "coba-coba". apapun itu aku juga merasakannya. sayangnya hampir setiap waktu aku merasakan godaan itu, emang bener ya wanita itu lemah adanya. tapi aku tahu kalau semua godaan itu semu kenapa? karena aku memepercayai bahwa itu hanya bisikan the evil yang kana menjerumuskan aku ke lubang hitam yang dia mau. "sorry aja ya" aku ngga mau kesana, kamu aja kali. jadi begitu dibisikan godaan itu selalu kuabaikan saja wlaaupun aku kadang menikmatinya dengan fantasiku sendiri hehehe... nakal juga ya? tapi aku tahu konsekuensinya kalau aku ambil satu langkah saja semua tidak akan pernah sama lagi. well as you know that every decision have it's own consequences jadi pertahankan keamananmu, kuatkan kepercayaanmu, yakinkan bahwa itu tidak akan seindah yang kamu bayangkan jadi cukuplah sebatas fantasimu karena itu tidak akan mengecewakanmu. Manusia tempat salah dan dosa tapi aku juga ngga mau memperbanyak dosa dengan hal yang tidak berguna, percuma, dan tidak ada pahalanya. banyak istighfar ya ukhti, perhatikan dan nikmati apa yang sudah kamu punya lalu pertahankan.  Allah selalu ada disisi kita kesanalah kita semua meminta dan memohon dan kita semua disini saling menguatkan. dibawah ini quote yang aku ambil dari FB semoga berguna.




Abaikan saja..... 

Yang cakep wajahnya memang banyak,
Tapi yang cakep hatinya tidaklah seberapa.


Yang cantik parasnya juga masih banyak,
Tapi yang cantik budi pekertinya tidaklah seberapa.

Yang mau mencintai juga banyak,
Tapi yang benar-benar menyayangi tidaklah seberapa.

Yang suka memuji setinggi langit juga masih banyak,
Tapi yang mau memuliakan tidaklah seberapa.

Yang tetap merayu-rayu juga tak kalah banyak,
Tapi yang tulus mau menasehati tidaklah seberapa.

Yang sekedar ngajak pacaran juga sangat banyak,
Tapi yang tulus mau menghalalkan sebuah hubungan mereka masih enggan dengan alasan bermacam-macam.

Intinya...?

Jika ada yang hadir dalam hidup kita dan hanya mau mempermainkan perasaan dan hati kita,

Jalan terbaik adalah "ABAIKAN SAJA" dia.

Friday, October 19, 2012

KISAH CINTA SEJATI SEPASANG SUAMI ISTERI

Cerita ini aku kutip di salah satu blog. aku rasa sudah banyak cerita yang dikirim emlaui email atau di baca lewat website atau blog ini. well check it out....

Kisah yang menyentuh, tentang sepasang suami isteri yang saling mencintai dan saling setia. Mudah-mudahan dapat menjadi renungan dan motivasi bersama di hari ini.

Ini adalah kisah cinta tentang ayahku, Mohammad Huda Al-Habsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri.

Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberiku sebuah pelajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat & mengagumkan penuh gairah seperti dalam novel-novel roman, walau begitu menurutku ini adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari itu semua.

Kisah kasih mereka dimulai ketika bertemu di sebuah acara resepsi pernikahan. Kata ayahku ia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk kedalam ruangan & saat itu ia tahu, inilah wanita yang akan menikah dengannya.
Itu menjadi kenyataan & kini mereka telah menikah selama 40 tahun & memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah & memberikan mereka dua orang cucu.

Mereka bahagia & selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang sangat baik bagi kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih & kebijaksanaan.

Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasar murah yang mengobral alat-alat kebutuhan rumah tangga.
Mereka mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik untuk berbelanja barang obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas barang-barang terbaik.


Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor.

Kata ibuku,”Mama tak akan pernah meninggalkan papa sendirian.”

Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita aku harus patuh pada suamiku & selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sehat maupun sakit.
Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku percaya nasehat ibuku.

Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi & menjadi lumpuh. Dokter mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, & dia harus menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur.

Ayahku, seorang pria yang masih sehat diusianya yang lebih tua, tapi ia tetap merawat ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan padanya kalau ia mencintainya. Ayahku tak pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku pernah mengecatkan kuku tangan ibuku, & ketika ibuku bertanya,

”Untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua & jelek sekali”.

Ayahku menjawab, “Aku ingin kau tetap merasa cantik”.

Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan & kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengan mereka. Mereka sangat kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak pernah pudar.

Suatu hari sambil tersenyum ibu berkata padaku..

"Kau tahu, Linda. Kenapa Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?”

Aku menggeleng & ibuku melanjutkan,

“Karena ibu tak pernah meninggalkan Ayahmu…”

Itulah kisah cinta ayahku, Mohammad Huda Al-Habsyi & ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, & cinta kasih.

Bukan hanya sekedar kata-kata, akan tetapi mereka memberikan contoh dari kehidupan nyatanya.